Home » Home » Peluncuran Non Fungible Token (NFT) Lukisan Wali Songo Berkuda

Sebuah lukisan bergambar Sembilan Wali atau Wali Songo sedang menunggang kuda di depan Masjid Demak dengan nuansa Subuh baru saja diluncurkan di ranah NFT (Non Fungible Token), Sabtu pagi ini (9/10) di Jakarta.

Peluncuran Non Fungible Token (NFT) Lukisan Wali Songo Berkuda (Keterangan Foto Komunitas BENTARA (Begawan Network Nusantara) dengan latar belakang lukisan Wali Songo Berkuda yang kini ada di platform NFT berbasis Blockchain. (Photo: BENTARA)

Makassar.TV – Ide menempatkan lukisan bersejarah dan misterius itu di platform NFT datang dari komunitas teknologi blockchain bernama BENTARA (Begawan Network Nusantara), setelah mendapatkan izin dari pemiliknya.

Apa itu NFT?
NFT atau Non-Fungible Token adalah sebuah teknologi kripto semacam sertifikat digital yang menyatakan pihak yang memiliki foto, video, atau bentuk virtual lainnya. Aset-aset dengan NFT akan tercatat dalam blockchain, semacam “buku besar” digital yang mirip dengan jaringan (network) yang mendukung Ethereum, Bitcoin, dan mata aset kripto lainnya.

Ketika NFT sudah dienkripsi di blockchain pada suatu hal, maka hal tersebut tak lagi bisa direplikasi atau diduplikasi. Contohnya adalah kicauan pertama CEO Twitter Jack Dorsey yang dijual dengan harga mencapai 2,5 juta dollar AS atau setara Rp 35 milar.

Salah satu tujuan meng-NFT-kan lukisan berusia 150 tahun itu adalah untuk dana abadi dakwah dan kegiatan para penghapal Al Qur’an (Hafiz/zah) di tanah air dan mancanegara. Manakala NTF Wali Songo berhasil meraih target lelang fasilitas digital platform NFT yang berbasis teknologi blockchain.

Menurut keterangan pemilik lukisan yang tidak mau disebutkan namanya, lukisan Sembilan Wali Songo sedang Menunggang kuda itu dibuat pada tahun 1871. Ukuranya cukup besar 360cm X 230cm. Pelukisnya adalah Raden Sayyid, seorang shaleh pada masa itu.

Pada lukisan tergambar 9 Wali masing-masing sedang menunggang kuda dengan latar belakang Masjid Agung Demak. Nuansa lukisan digambarkan saat subuh.

Posisi sembilan wali penyebar Agama Islam di tanah Jawa dan Nusantara itu berjajar sejuk penuh kharima.

Barisan kuda yang mereka tunggangi pun terlihat beda dari lukisan kuda yang pernah ada. Sesuai urutan dari kiri ke kanan adalah:

  1. Sunan Bonang (Raden Makhdum)
  2. Sunan Drajat (Raden Qasim)
  3. Sunan Kudus (Ja’far Shadiq)
  4. Sunan Muria (Raden Umar Said)
  5. Sunan Kalijaga (Raden Sahid)
  6. Sunan Giri (Raden Paku)
  7. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
  8. Sunan Ampel (Raden Rahmat)
  9. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Diduga, melalui lukisan inilah sesungguhnya masyarakat luas mengenali gambaran rupa dan wajah Wali Songo. Hal itu terbukti karena hampir semua barang cetakan dan buku pelajaran sejarah Islam di tanah Jawa dan Nusantara, memiliki kemiripan gambaran wajah Wali Songo yang ada dalam lukisan tersebut. Jika tidak percaya, Anda bisa amati dan buktikan sendiri.

“Penggambaran wajah 9 Wali itu tentu tidak sembarangan. Pasti pelukisnya melakukan studi dan pola research yang biasa dilakukan pada masanya,” kata sang pemilik.

Diceritakan pemilik, konon sang pelukis melakukan ritual dan tirakat yang mendalam demi kesempurnaan pelukisan wajah Wali Songo yang berjajar sedang menunggang kuda itu.

Informasi tentang lukisan Wali Songo Berkuda ini banyak yang belum tahu. Sebab wujud dan keberadaanya selama ini memang sengaja dirahasiakan pemiliknya.

“Saya adalah pengoleksi kedua lukisan Wali Songo Berkuda ini. Wujudnya ada di ruang kerja saya. Mohon maaf jika selama ini, keindahan dan magisnya hanya bisa dinikmati, dilihat dan dipegang kalangan terbatas saya,” jelas pemilik yang tinggal dipinggiran selatan Jakarta.

Lukisan Wali Songo Berkuda ini bernilai milayaran. Informasi terakhir, beberapa tahu lalu, seorang konglomerat produksi rokok kenamaan di negeri ini pernah menghargainya 14 M rupiah. Namun pemilik tak tergoda menjualnya.

Dengan dipublikasikan lewat ranah lelang NFT yang berbasis blockchain kini lukisan Wali Songo Berkuda bisa dimiliki oleh masyarakat.

Wujud real-nya tidak dijual, tapi masyarakatnya bisa memiliki right kepemilikannya dalam bentuk aset digital dengan pola kepemilikan jual-beli yang diatur oleh platform NFT.

Bagaimana cara memilikinya?

Silakan bergabung dengan group telegram dan sosmed yang dikelola Komunitas Bentara:

https://t.me/WaliSongoNFT;
https://t.me/rantaikotak;
https://twitter.com/RantaiKotak;
https://www.instagram.com/rantaikotak
dan tentu saja link platform NFT : https://davinci.gallery/explore/tag/Wali

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement


COPYRIGHT © 2017 - 2021. MAKASSAR.TV ~ REDAKSI | INFO IKLAN
NEW REFERENCE | DIGITAL MEDIA & NEWS VIDEO PORTAL