Home » Home » Sekda Enrekang Buka Kegiatan Bimtek Penyuluh Agama Islam

MAKASSAR.TV – SULAWESI, Kemenag Enrekang dan Baznas berkolaborasi dalam peningkatan sumber penarikan zakat, infaq dan sadaqah di Kabupaten Emrekang melalui Bimtek tenaga penyuluh agama Islam di gedung SKB Batili.

Kegiatan Bimtek upaya bentuk Satgas Zakat setiap kecamatan tersebut dimulai 20 Mei – 24 Mei 2021 diikuti 120 peserta terbagi dua kelompok diwaktu berbeda, tetap patuhi protokol kesehatan bermasker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Baznas Enrekang melakukan Bimbingan Teknis yang nantinya sebagai Satgas Zakat Penyuluh Agama Islam bertugas pengumpulan dana zakat masyarakat,”kata ketua Baznas Plt Baznas H. Syawal Sitonda (21/5).

Kegiatan ini berlangsung dari 20-24 Mei 2021 terdiri dari 2 angkatan peserta, sebamyak 60 orang per angkatan. Semuanya tetap mematuhi protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Acara dibuka Sekda Enrekang Dr. H Baba, SE.MM diapresiasi positif dalam mengoptimalkan pengumpulan sumber zakat masyarkat.

“menggali potensi sumber zakat masyarakat yang diberikan lewat bimtek zakat pada kalangan penyuluh agama islam, ini adalah kegiatan yang baru pertama kali di lakukan Baznas Enrekang sebagai lompatan inivasi,” ujar Dr. Baba. .

Dinilai Sekda Dr. Baba, posisi Baznas Enrekang ini juga kuat karena didukung oleh Perda dan peraturan bupati, sehingga didalam eksistensinya sangat menunjang program Pemda.

Olehnya itu keberadaan Baznas bersama-sama pemerintah diantaranya untuk menjadi solusi serta percepatan dalam pengentasan kemiskinan.

Permasalah kemiskinan yang dihadapi masyarakat Enrekang yakni seperti masalah kemiskinan harus diberikan solusi dalam perbaikan taraf hidupnya.

“menyelesaikan masalah kemiskinan ini harus akurat untuk memastikan program penanganan dan penuelesaian kemiskinan harus by data,” jelas Sekda Dr. H Baba.

Lanjut sekda Enrekang ini yang kedua adalah persoalan stunting, Enrekang mendapat predikat daerah stunting. Lalu ketiga, masalah pertumbuhan ekonomi yang harus tumbuh dsri masyarakat.

“tapi saat ini mungkin pengaruh dari pandemi covid-19, sehingga program dalam penuntasan masalah kemiskinan di Enrekang belum berefek pada penurunan yang signifikan,”ucapnya.

Saran Dr. Baba untuk Baznas Enrekang kedepan adalah memperkuat sosialisasi karena sebenarnya Baznas ini menjalankan kebijakan pemerintah yaitu memotong ZIS PNS per bulan sebesar 2,5 persen.

Sekda Dr. Baba juga diarahkan adanya inovasi dalam menggali sumber dana yang halal melalui peningkatan sumber zakat, sadaqah dan infak dari para muzakki.

Kedepan program Baznas lebih variatif guna mendorong ekonomi kreatif yang bisa kolaborasi melalui bentuk usaha dan pemberdayaan usaha yang legal.

Hal ini menjadi solusi dalam menunjang peningkatan sumber dana Baznas sekaligus membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat di Enrekang. (Rls)

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


COPYRIGHT © 2017 - 2021. MAKASSAR.TV ~ REDAKSI | INFO IKLAN
NEW REFERENCE | DIGITAL MEDIA & NEWS VIDEO PORTAL