MAKASSAR.TV, MAKASSAR – Jelang memasuki bulan suci ramadan, aparat kepolisian mulai aktif melakukan razia. Khususnya minuman keras (miras) yang makin bebas diperjualbelikan.

Sejumlah gudang dan toko yang menjajakan miras secara bebas menjadi target. Terbaru, jajaran Polrestabes Makassar menyita ribuan botol miras, Rabu, 18/4/2018 kemarin.

Penyitaan ini dilakukan di gudang nomor 8, yang berlokasi di Jalan kapasa Raya. Ironisnya, minuman haram itu merupakan miras oplosan. Bahkan, telah berstatus kadaluarsa sejak 2008.

“Minuman ini sudah kadaluwarsa sejak Maret 2008, sudah 10 tahun belum juga dilakukan pemusnahan, kami menduga ini akan dioploskan kembali,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, saat merilis penyitaan miras tersebut di Gudang nomor 8, Kamis (19/4/2018).

Ribuan botol miras ini, sambung Irwan, diduga akan dimanfaakan dan akan kembali diedarkan. Dugaan itu menguat seiring dengan temuan sejumlah petunjuk yang ditemukan di lokasi penyitaan.

Kedepan, Irwan menambahkan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Khususnya dalam mencocokkan kadar kandungan, terutama miras oplos.

“Jadi, kami akan periksa kembali dengan bekerjasama penyidik Balai POM untuk mengetahui kadar dan kualitas yang terkadung pada minuman tersebut,” tandas Irwan.

Selain Polrestabes Makassar, Polres di sejumlah daerah juga intens melakukan penyitaan minuman keras. Salah satunya adalah Polres Bantaeng yang telah mulai melakukan razia sejak dua hari terakhir.

Dari hasil penyisiran, jajaran Polres Bantaeng menyita 294 botol miras berbagai merk, plus 30 liter ballo (miras khas Sulawesi Selatan). Miras-miras ini disita dari sejumlah lokasi dan daerah di Bantaeng. Diantaranya di Kampung Tino, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissapu, Kampung Camba Lojong dan Pasar Tua.

Meski demikian, Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan mengaku penyitaan ini belum maksimal. Hal itu disebabkan karena informasi razia ini diduga telah bocor.

Selain menyita minuman keras, jajaran polres Bantaeng juga mengamankan lima pedagang miras, dan pramusaji.

Penulis : Burhan