Dalam episode ini, Tim CCTV mengulas persoalan hukum dan kriminal. Khususnya terkait pola operasi yang dilakukan aparat kepolisian, dalam memburu para pelaku kejahatan.

Di episode ini, tim liputan CCTV akan mengulas tentang penangkapan pelaku pembunuhan, oleh Tim Khusus Polda Sulsel. Tim CCTV juga berkesempatan melihat langsung pola operasi aparat Timsus Polda Sulsel, dalam memburu pelaku pembunuhan yang terjadi di Tanah Toraja.

MAKASSAR[DOT]TV, MAKASSAR – Kasus pembunuhan seorang perempuan di Tana Toraja, 19 Desember lalu akhirnya terungkap.

Itu setelah Tim Khusus Polda Sulsel berhasil menangkap pelaku utama pembunuhan di Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (23/12).

Pelaku diketahui bernama Putra alias Utta. Ia masih berusia 19 tahun. Utta merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap seorang gadis di Tana Toraja. Korbannya adalah seorang mahasiswi UKI Toraja, berinisial M-M (21).

Dari keterangan pelaku, ia membunuh korban di sebuah kebun. Kebun itu berada di desa kediaman korban, di Tana Toraja.

“Waktu itu tidak sengaja bertemu. Waktu ketemu itu, saya langsung emosi pak. Tiba-tiba saja emosi. Saya langsung tusuk dia pakai badik,” beber Utta.

Motifnya soal asmara. Pelaku tidak terima setelah cintanya ditolak. Namun, bukan hanya itu yang membuat pelaku sakit hati. Sikap kasar korban keada pelaku juga menjadi salah satu faktor, Utta nekat menghabisi nyawa korban.

Aksinya pun terbilang sangat sadis. Bagaimana tidak. pelaku menusuk korban hingga berkali-kali dengan menggunakan badik. Sedikitnya ada sebelas tusukan yang melayang ke tubuh korban.

Aksi sadis pelaku tidak hanya sampai disitu. Usai membunuh korban, pelaku juga nekat memperkosa korban.

Hal itu ia lakukan masih atas dasar kesal dengan korban. Setelah melampiaskan nafsu birahinya, ia pun kemudian melarikan diri.

Sementara korban dibiarkan tergeletak di semak-semak. Beberapa jam kemudian, warga setempat menemukan jasad korban di semak-semak To’ Batu, Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, pada Selasa, (19/12).

Awal Perkenalan

Sebelumnya, pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial. Perkenalan mereka terjalin sejak 3 bulan lalu.

Awalnya, mereka hanya berteman biasa. Sama speerti pengguna medsos pada umumnya, baik Utta dan korban saling berbalas pesan.

Beranjak dari situ, rasa suka Utta kepada korban muncul. Sampai akhirnya Utta berinisiatif menyatakan cintanya via medsos.

Diawal Utta menyatakan cinta, korban menolak. Namun, Utta tak patah arang. Beberapa waktu kemudian, ia kembali menyatakan cinta untuk kali kedua.

Dan lagi-lagi, Utta mendapat penolakan. Memasuki bulan ketiga, Utta kembali menyatakan cintanya. Namun hasilnya masih sama, Utta lagi-lagi ditolak oleh gadis pujannya itu.

“Disitumi pak saya mulai kesal. Apalagi, sudah mulai kasar mulutnya. Dia sering maki-maki saya. Dia bilangi saya jelek di medsos,” aku Utta.

Penangkapan Pelaku

19 Desember, adalah waktu dimana Utta menghabisi nyawa korban. Di hari yang sama, Utta pun melarikan diri ke Makassar.

Selama tiga hari, Utta tinggal di sebuah rumah kost di wilayah Barombong. Hingga akhirnya pada 23 Desember, Utta berhasil diringkus Tim Khusus Polda Sulsel.

“Orang dirumah saya tidak tahu pak. Saya cuma bilang mau cari kerja,” jelasnya.

Selama tiga hari pelariannya, polisi juga terus melakukan pengejaran. Jajaran Polres Toraja yang kehilangan jejak, lantas meminta bantuan ke Polda Sulsel.

Tim Khusus Polda Sulsel pun lantas turun tangan melakukan pencarian. Selama dua hari penyelidikan, pelaku pun akhirnya terendus berada di wilayah Barombong.

Jumat malam, 22/12, personel Timsus Polda Sulsel kemudian bergerak ke sasaran. HIngga dini hari, perburuan dilakukan.

Satu persatu rumah kost di wilayah itu disisir petugas. Hingga akhirnya, pelaku berhasil ditemukan tepat pada Sabtu pagi, 23/12.

“Pelaku sempat kabur waktu tahu kalau ada polisi cari dia. Untung anggota langsung sigap, dan langsung ikut mengejar,” beber Panit Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten Puang Baso.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 2 buah handphone milik korban dan 1 handphone milik pelaku. Saat ini pelaku diamankan di posko Timsus Polda Sulsel untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.